bitcoin

bitcoinker

Wednesday, December 4, 2013

8 Pemandangan Sawah Terdahsyat di Dunia

Nasi merupakan makanan pokok di banyak negara. Berbicara tentang nasi dan beras, berarti ada sawah yang jadi lahan bercocok tanam. Sawah yang subur tentu harus memperhatikan sistem pengairan, karenanya banyak sawah dibuat bertingkat (terasering). Selain membuat pembagian air merata juga mengurangi bahaya erosi.

Dari jutaan hektar lahan persawahan di muka bumi, beberapa di antaranya menciptakan pemandangan maha dahsyat. Telusuri kumpulan foto di bawah ini, dijamin akan membuat kita takjub.


1. Provinsi Yunnan, China



2. Banaue, Filipina


3. Pulau Boracay, Filipina

 
4. Rishikesh, Himalaya


5. Hamanoura, Jepang


6. Machu Picchu, Peru


7. Subak, Bali


8. Cancar, Flores 




by uniklbloggers      

BENARKAH BAHTERA NABI NUH ADALAH KENDARAAN YANG BERASAL DARI PLANET MARS?

Legenda mengatakan bahwa bahtera Nuh berada di Gunung Ararat, tetapi lukisan gua Pech Merle Perancis dibuat antara tahun 17,000 SM hingga 15,000 SM menjelaskan lanskap penuh satwa liar dengan sejumlah benda berbentuk piring. Salah satu lukisan benar-benar menunjukkan sosok seorang pria memandang salah satu piring terbang.

Kebanyakan orang menganggap Erich von Daniken dan Zechariah Stichen sebagai orang-orang yang familiar dalam gagasan cerita alien kuno.


Brinsley Le Poer Trench seorang warga Inggris yang juga sebagai anggota House Of Lords di Parlemen Inggris mendukung pernyataan tersebut sejak awal tahun 1960-an.

Legacy Of The Sky People karya Timothy Green Beckley, menuliskan tentang masa lalu mengungkapkan pernyataan yang diperluas dari Brinsley Le Poer Trench tentang Manusia langit, merupakan salah satu buku yang pertama kali membangun konsep Astronot Kuno.

Bahtera Nuh Kenderaan Aneh Planet Mars

Kisah Trench dimulai pada tahun 1960-an ketika Beckley baru bekerja sebagai jurnalis dan penerbit berita UFO. Keduanya penggemar piring terbang yang saling bertukar publikasi dan saling ber-korespondensi selama bertahun-tahun. Pada tahun 1970-an, Trench mengundang Beckley berbicara sebelum komite khusus UFO di House Of Lords di London.


Sebagian gagasan kehidupan yang ada di planet lain atau di sistem tata surya lain umumnya dapat diterima orang-orang yang lebih muda. Sedangkan di tahun 1950-an dan 1960-an, hampir semua orang menolak pernyataan itu.

Beckley tidak hanya menulis ulang buku Trench, dia menambahkan materi baru dari beberapa penulis terbaik di Ufology dengan studi pribadi mereka tentang teori astronot kuno. Seperti Nick Redfern, salah satu peneliti dunia paranormal yang terkenal yang memberikan kontribusi membahas kisah bahtera Nuh.


Cerita bahtera Nuh dan banjir besar yang menghancurkan dunia dimana Tuhan membiarkan beberapa manusia yang hidup dan terdiri dari sepasang makhluk hidup, juga merupakan bagian integral dari tradisi keagamaan lainnya seperti Sumeria, Babilonia, dan Hindu kuno.


Redfern menjelaskan bagaimana kisah manusia diperintahkan untuk membangun sebuah kapal tempat penampungan sisa-sisa umat manusia dari bencana dunia adalah salah satu mitos agama yang paling universal.


Legenda mengatakan bahwa bahtera Nuh berada di Gunung Ararat, Turki. Redfern menceritakan kisah menarik di tahun 1949 tentang awak pesawat Angkatan Udara AS memfoto struktur anomali menonjol diantara es dan salju Gunung Ararat dan selama beberapa dekade militer dan intelijen berusaha memahami obyek misterius tersebut.

Redfern menyatakan bagaimana benda anomali tersebut dianggap suatu benda logam, bukan kayu konstruksi bahtera Nuh dan mungkin merupakan sebuah pesawat alien yang jatuh.

Redfern menceritakan, ketika mengalami kontak dengan alien ditahun 1950, Malai Van George berpartisipasi dalam mengungkap misteri di puncak Gunung Ararat, mereka berada di bawah pengawasan CIA dan FBI. Informasi tentang struktur ini kemudian berkembang, tapi pemerintah bertekad menutup-nutupi hal tersebut.


Beberapa cerita yang dipaparkan dalam buku ini juga mengutip pernyataan Brad Steiger, salah satu penulis paling produktif supranatural dunia, dan Giorgio seorang juru bicara resmi Erich von Daniken.



Steiger pernah menghadiri konferensi Astronot Kuno pada awal tahun 1980 di mana pembicara utama lainnya adalah Erich von Daniken, Josef Blumrich (penulis ‘The Spaceships Yehezkiel’).

Gagasan Trench menyatakan bahwa Nuh adalah orang Israel kuno, dia seorang pemimpin besar di Mars dan Tabut merupakan pesawat ruang angkasa raksasa yang dimaksudkan untuk membawa sisa-sisa peradaban kuno yang masih hidup ke Bumi, mirip dengan konsep bahtera Nuh.


Manusia mungkin telah direkayasa secara genetis oleh ras unggul yang berasal dari Mars dan membawa kehidupan ke Bumi dengan alasan yang tidak diketahui.


Jika kita membuat spesies cerdas di laboratorium, itu tidak membuat kita sebagai Tuhan. Makhluk luar angkasa tidak makhluk halus, mereka ber-daging dan ber-darah, secara fisik terdiri dari atom dan molekul yang sama.


Hal ini pula yang menjadi alasan mengapa makhluk luar angkasa terlihat sama seperti kita. Bahkan makhluk luar angkasa memiliki hal yang sama persis tentang kehidupan, kematian, dan agama.
Seluruh ide yang menjelaskan bahwa makhluk luar angkasa terlihat seperti pada film Alien atau Independence Day, hanya stereotip Hollywood.

Bukti Yang Membingungkan Tentang Bahtera Nuh 

Gua lukisan di Tanzania, diperkirakan berusia hingga 29,000 tahun menggambarkan beberapa disk berbentuk objek yang melayang di atas lanskap.


Lukisan lain menunjukkan entitas empat humanoid yang disekitarnya seorang wanita sementara entitas lain tampak turun dari langit melalui semacam kotak.


Kemudian di dalam gua Pech Merle Perancis, lukisan dibuat antara tahun 17,000 SM hingga 15,000 SM yang menunjukkan lanskap penuh satwa liar dengan sejumlah benda berbentuk piring. Salah satu lukisan benar-benar menunjukkan sosok seorang pria memandang salah satu piring terbang.

Di Australia utara ada sejumlah lukisan gua mungkin lebih dari 5000 tahun, yang menunjukkan adanya makhluk aneh dengan kepala dan mata besar, memakai pakaian seperti setelan ruang angkasa.


Suku Aborigin menyebutnya makhluk Wandjina dan menurut legenda bahwa Wandjina turun dari bintang-bintang Bima Sakti dan menciptakan bumi dan semua penghuninya.

Kitab Genesis berisi dua versi yang berbeda dari Kisah Penciptaan dan mitos bahtera Nuh dalam Banjir Besar. Hal ini membingungkan para sarjana Alkitab selama bertahun-tahun, mereka percaya bahwa versi berbeda mungkin dicangkokkan bersamaan dengan tradisi sebelumnya secara lisan dan tertulis.

Kemudian cerita tentang Penciptaan berbeda, dua ras berbeda diciptakan oleh dua Pencipta yang berbeda, yang satu disebut Elohim dan satunya lagi disebut Jehovah. Elohim menciptakan bentuk pria yang bertelepati, cerdas dan sensitif.


Yehuwa menciptakan bentuk manusia yang lebih primitif, dirancang untuk mengolah kebun para Dewa di Bumi dan hal lain yang dapat diperbudak dan patuh. Kedua ras telah bertahan hingga zaman modern, tetapi bentuk superior dari manusia yang diciptakan Elohim akhirnya akan menang.


Alien kuno masih hidup bersama manusia hingga hari ini, beberapa dari mereka hidup di antara kita dan tak terlihat, bekerja, membangun keluarga dan kegiatan sehari-hari sama seperti yang kita lakukan.


Hal ini disinggung para peneliti UFO (Budd Hopkins) yang menyatakan bahwa makhluk alien atau manusia hybrid yang muncul secara fisik sama dengan manusia, berjalan di antara kita yang dilengkapi dengan telepati dan kekuatan supranatural.


Mereka adalah alien yang sama, dan akan mencegah manusia dari kebinasaan akibat tangan manusia sendiri melalui senjata nuklir atau pengrusakan ekologi.


Mungkin, dalam persepsi dan pandangan agama sangat bertentangan dengan gagasan ini, tetapi bahtera Nuh hingga saat ini masih menjadi misteri dan beberapa catatan sejarah menjelaskan adanya unsur-unsur aneh didalamnya



by ainuttijar

Misteri Tentang Keris Empu Gandring


Keris Mpu Gandring adalah senjata pusaka yang terkenal dalam riwayat berdirinya Kerajaan Singasari di daerah Malang, Jawa Timur sekarang. Keris ini terkenal karena kutukannya yang memakan korban dari kalangan elit Singasari termasuk pendiri dan pemakainya, ken Arok.

Keris ini dibuat oleh seorang pandai besi yang dikenal sangat sakti yang bernama Mpu Gandring, atas pesanan Ken Arok, salah seorang tokoh penyamun yang menurut seorang brahmana bernama Lohgawe adalah titisan wisnu. 

Ken Arok memesan keris ini kepada Mpu Gandring dengan waktu satu malam saja, yang merupakan pekerjaan hampir mustahil dilakukan oleh para "mpu" (gelar bagi seorang pandai logam yang sangat sakti) pada masa itu. 

Namun Mpu Gandring menyanggupinya dengan kekuatan gaib yang dimilikinya. Bahkan kekuatan tadi "ditransfer" kedalam keris buatannya itu untuk menambah kemampuan dan kesaktian keris tersebut.

Setelah selesai menjadi keris dengan bentuk dan wujud yang sempurna bahkan memiliki kemampuan supranatural yang konon dikatakan melebihi keris pusaka masa itu. Mpu Gandring menyelesaikan pekerjaannya membuat sarung keris tersebut. Namun belum lagi sarung tersebut selesai dibuat, Ken Arok datang mengambil keris tersebut yang menurutnya sudah satu hari dan haris diambil. 

Kemudian Ken Arok menguji Keris tersebut dan terakhir Keris tersebut ditusukkannya pada Mpu Gandring yang konon menurutnya tidak menepati janji (karena sarung keris itu belum selesai dibuat) selebihnya bahkan dikatakan untuk menguji kemampuan keris tersebut melawan kekuatan supranatural si pembuat keris (yang justru disimpan dalam keris itu untuk menambah kemampuannya). 

Dalam keadaan sekarat, Mpu Gandring mengeluarkan kutukan bahwa Keris tersebut akan meminta korban nyawa tujuh turunan dari Ken Arok. Dalam perjalanannya, keris ini terlibat dalam perselisihan dan pembunuhan elit kerajaan Singhasari yakni :

Terbunuhnya Tunggul Ametung

 
Tunggul Ametung, kepala daerah Tumapel (cikal bakal Singhasari) yang saat itu adalah bawahan dari Kerajaan Kadiri yang saat itu diperintah oleh Kertajaya yang bergelar "Dandang Gendis" (raja terakhir kerajaan ini). Tumapel sendiri adalah pecahan dari sebuah kerajaan besar yang dulunya adalah Kerajaan Jenggala yang dihancurkan Kadiri, dimana kedua-duanya awalnya adalah satu wilayah yang dipimpin oleh Airlangga.


Ken Arok membunuh Tunggul Ametung untuk mendapatkan istrinya yang cantik, Ken Dedes. Ken Arok sendiri saat itu adalah pegawai kepercayaan dari Tunggul Ametung yang sangat dipercaya. Latar belakang pembunuhan ini adalah karena Ken Arok mendengar dari Brahmana Lohgawe bahwa "barang siapa yang memperistri Ken Dedes akan menjadi Raja Dunia".

Sebelum Ken Arok membunuh Tunggul Ametung, keris ini dipinjamkan kepada rekan kerjanya, yang bernama Kebo Ijo yang tertarik dengan keris itu dan selalu dibawa-bawanya kemana mana untuk menarik perhatian umum. 

Bagi Ken Arok sendiri, peminjaman keris itu adalah sebagai siasat agar nanti yang dituduh oleh publik Tumapel adalah Kebo Ijo dalam kasus pembunuhan yang dirancang sendiri oleh Ken Arok. 

Siasatnya berhasil dan hampir seluruh publik Tumapel termasuk beberapa pejabat percaya bahwa Kebo Ijo adalah tersangka pembunuhan Tunggul Ametung. Ken Arok yang saat itu adalah orang kepercayaan Tunggul Ametung langsung membunuh Kebo Ijo yang konon, dengan keris pusaka itu.

Terbunuhnya Ken Arok

 
Setelah membunuh Tunggul Ametung, Ken Arok mengambil jabatannya, memperistri Ken Dedes yang saat itu sedang mengandung dan memperluas pengaruh Tumapel sehingga akhirnya mampu menghancurkan Kerajaan Kediri. Ken Arok sendiri akhirnya mendirikan kerajaan Singhasari.


Rupanya kasus pembunuhan ini tercium oleh Anusapati, anak Ken Dedes dengan ayah Tunggul Ametung. Anusapati, yang diangkat anak oleh Ken Arok mengetahui semua kejadian itu dari ibunya, Ken Dedes dan bertekat untuk menuntut balas. Anusapati akhirnya merancang pembalasan pembunuhan itu dengan menyuruh seorang pendekar sakti kepercayaannya, Ki Pengalasan.


Pada saat menyendiri di kamar pusaka kerajaan, Ken Arok mengamati pusaka kerajaan yang dimilikinya. Salah satu pusaka yang dimilikinya adalah keris tanpa sarung buatan Mpu Gandring yang dikenal sebagai Keris Mpu Gandring. 

Melihat ceceran darah pada keris tersebut, ia merasa ketakutan terlebih lebih terdengar suara ghaib dari dalam keris tersebut yang meminta tumbal. Ia ingat kutukan Mpu Gandring yang dibunuhnya, dan serta merta mebantingnya ke tanah sampai hancur berkeping-keping. Ia bermaksud memusnahkannya. Namun ternyata keris tersebut melayang dan menghilang. 

Sementara Anusapati dan Ki Pengalasan merancang pembunuhan tersebut, tiba-tiba keris tersebut berada di tangan Anusapati. Anusapati menyerahkan keris kepada Ki Pengalasan yang menurut bahasa sekarang, bertugas sebagai "eksekutor" terhadap Ken Arok. Tugas itu dilaksanakannya, dan untuk menghilangkan jejak, Anusapati membunuh Ki Pengalasan dengan keris itu.

Terbunuhnya Anusapati

 
Anusapati mengambil alih pemerintahan Ken Arok, namun tidak lama. Karena Tohjaya, Putra Ken Arok dari Ken Umang akhirnya mengetahui kasus pembunuhan itu. Dan Tohjaya pun menuntut balas.


Tohjaya mengadakan acara Sabung Ayam kerajaan yang sangat digemari Anusapati. Ketika Anusapati lengah, Tohjaya mengambil keris Mpu Gandring tersebut dan langsung membunuhnya di tempat. Tohjaya membunuhnya berdasarkan hukuman dimana Anusapati diyakini membunuh Ken Arok. Setelah membunuh Anusapati, Tohjaya mengangkat dirinya sebagai raja menggantikan Anusapati.

Tohjaya sendiri tidak lama memerintah. Muncul berbagai ketidak puasan baik dikalangan rakyat dan bahkan kalangan elit istana yang merupakan keluarganya dan saudaranya sendiri, diantaranya Mahisa Campaka dan Dyah Lembu Tal. 

Ketidakpuasan dan intrik istana ini akhirnya berkobar menjadi peperangan yang menyebabkan tewasnya Tohjaya. Setelah keadaan berhasil dikuasai, tahta kerajaan akhirnya dilanjutkan oleh Ranggawuni yang memerintah cukup lama dan dikatakan adalah masa damai kerajaan Singashari. Sejak terbunuhnya Tohjaya, Keris Mpu Gandring hilang tidak diketahui rimbanya.

KISAH LAIN NYA


Kisah tentang keris Empu Gandring bisa ditemui di kitab Pararaton. Kisah ini tak bisa dilepaskan dari sosok wanita cantik, Ken Dedes, yang konon menjadi ihwal munculnya kutukan sang empu. Berkaitan dengan asmara yang membara.

Banyak kita tahu kisah-kisah tentang keris yang memiliki tuah atau daya linuwih. Masing-masing kisah menceritakan bagaimana sebuah keris yang memiliki kekuatan daya supranatural mampu membantu mengubah nasib sang pemiliknya yang terkadang dengan cara yang sulit di nalar manusia. 

Tetapi, dari berbagai tentang kisah keris bertuah, tidak ada yang lebih menarik dan legendaris dari kisah keris Empu Gandring milik Ken Arok dari tumapel yaitu masa sebelum kerajaan Singosari.

Alkisah dalam serat Pararaton disebutkan, Ken Arok berniat membunuh Tunggul ametung, seorang akuwu (penguasa) di Tumapel. Niat ini muncul setelah secara tidak sengaja Ken Arok yang waktu itu menjadi abdi di Tumapel, melihat betis mulus Ken Dedes, istri Tunggul Ametung, ketika Ken Dedes turun dari kereta.

Bukan itu saja, "barang rahasia" milik Ken Dedes pun terlihat oleh Ken Arok. Dari "barang rahasia" sang dewi nampak adanya sinar yang menyala. Ken Arok terkejut dan seketika itu tertarik menatap sang dewi. Benar-benar wanita cantik yang tiada taranya di dunia ini, pikir Ken Arok.

Kemudian Ken Arok menceritakan pengalamannya tersebut kepada Dhang Hyang Lohgawe, seorang brahmana yang waskita. Menurut sang brahmana, wanita dengan tanda seperti itu disebut Nareswari. 

Ia adalah wanita utama, ratu dari semua wanita. Meskipun seorang pria papa dan hina dina, jika beristri wanita semacam ini maka pria tersebut tentu akan bisa menjadi raja atau orang yang tinggi jabatnnya.

Mendengar penjelasan sang brahmana seperti ini Ken Arok semakin bilat tekadnya untuk dapat memperistri Ken Dedes walau apapun risikonya, termasuk dengan cara membunuh Tunggul Ametung.

Maka berangkatlah Ken Arok menuju tempat tinggal Empu gandring, seorang empu pembuat keris yang sangat termasyur. Dengan keris buatan empu gandring ini Ken Arok bermaksud membunuh Tunggul Ametung.

"Ki Empu, tolong bikinkanlah saya sebuah keris yang ampuh. Saya harapkan bisa selesai dalam waktu lima bulan. Harap diperhatikan, Ki, agar keris itu dapat selesai."

Empu Gandring menjawab,"Kalau kamu menghendaki yang baik, seharusnya dalam satu tahun. Kalau dalam lima bulan belumlah cukup."


Ken Arok berkata lagi,"Pengukiran keris itu terserah saja bagaimana bentuk serta coraknya. Saya tidak peduli masalah janji, pkoknya dalam lima bulan harus selesai."


Setelah lima bulan, maka Ken Arok pun teringat akan janjinya, yakni akan pesana keris tersebut kepada Empu Gandring. Empu gandring pada waktu itu sedang mengukir keris. 

Ken Arok perlahan bicara,"Ki, sudah selesaikah keris pesanan saya itu?" Empu gandring pun menjawab pula dengan halus," duh kaki. Kerismu itu justru yang sedang kukikir ini." Ketika mendengar jawaban tersebut, Ken Arok menjadi tak senang hati dan bersikap kurang sopan.

Ken Arok melihat kerisnya yang sedang di kikir (diperhalus). Keris diberikan oleh Empu gandring, diterima oleh Ken Arok dan diamat-amati. Serentak sadar bahwa kerisnya belum selesai, maka Ken Arok marah. "ini keris belum rampung!Bukanlah saya sudah berkali-kali berpesan. Tak ada gunanya saya berkata kalau begini kenyataannya, Ki. Terlalu sekali kau ini, Ki. Masakan mengikir pun sampai lima bulan masih juga belum selesai. Benar-benar mengacuhkan pesanku, kau Empu Gandring!" Ken Arok pun mengamuk membabi buta.

Epu Gandring di tusuknya dengan keris bikinan sang empu itu sendiri. Segera sang empu gandring pingsan. Ken Arok keterlanjuran menurutkan api amarah. Keris disabetkan di lumpang tempat kikiran besi.


Lumpang yang terbuat dari batu itu terbelah jadi dua. Setelah itu keris disabetkan kearah paron (alas untuk menempa besi). Paron pun pecah berkepingan. Setelah itu terdengarlah suara Empu Gandring yang menyumpah serapahi,"Ken Arok, besok kau sendiri pun akan mati oleh keris itu juga. Anak dan cucu-cucumu, tujuh orang raja akan meninggal pula dengan senjata yang sama."

Setelah mengucapkan kalimat tersebut, mak Empu gandring segera meninggal. Ken Arok sangat menyesal dengan kematian Empu gandring. Tuah keris empu gandring ternyata terbukti sakti. 

Buktinya, keris ini berhasil membunuh Tunggul ametung, Ken arok sendiri, dan keturunannya. Sehingga tepat seperti sumpah Empu gandring bahwa kerisnya membunuh tujuh orang raja.
Percaya atau tidak?

Yang pasti, kisah ini terdapat dalam serat Pararaton Ken Arok, kitab sastra jawa yang diakui kesahihannya oleh para ahli sejarah.




Keris Mpu Gandring: Hipotesis

GANDRING dikenal sebagai pengrajin logam yang tersohor di kerajaan Tumapel (cikal bakal Singosari). Ia juga dikenal sakti. Karena "profesional" dan sakti itu ia kemudian diberi gelar "Mpu". Ken Arok, seseorang yang dipercaya sebagai titisan Wisnu, memesan keris kepadanya. "Satu hari", begitu Ken Arok memberikan tenggat waktu bagi Gandring. Satu hari berlalu dan Gandring telah menyelesaikan kerisnya. Namun sarung keris belum tuntas. Karena tak sabar, Ken Arok mengambilnya, lalu membunuh Gandring. Gandring sempat menyumpahi Ken Arok dan keturunannya: tujuh turunan bakal mati tertikam keris itu.

Jaman itu, teknologi pengolahan logam atau metalurgi masih sangat tradisional: besi dipanaskan dan ditempa; atau dalam istilah metalurgi, diberi perlakuan panas (heat treatment) dan dibentuk (forging). Kemudian, ilmu metafisika masuk, dan besi yang telah terbentuk (misal: pedang, keris dll), diberi doa-doa, dan menjadi sakti. Begitukah? Entahlah.

Bagaimana Mpu Gandring membuat kerisnya jadi ampuh? Mpu Gandring memilih bahan yang kuat tapi ringan. Jaman itu, proses pemaduan logam dengan logam lain barangkali tak menghasilkan paduan yang memuaskan. Jadi, bahan monolitik adalah pilihan. Mpu Gandring memilih batu meteor sebagai bahan kerisnya. 

Hal ini juga perlu diteliti lebih jauh apakah batu meteornya bisa diberi perlakuan panas dan dibentuk. Batu meteor ini bisa dilihat dan disentuh di Museum Geologi – Bandung. Tapi, apakah bahan itu yang digunakan Mpu Gandring atau bukan, ini masih pertanyaan.

Setelah, keris terbentuk, Mpu Gandring mencelupkan keris (yang masih panas) tersebut ke dalam bisa ular. Ada proses difusi dari racun ular ke dalam keris yang masih membara itu. 

Bisa ular sebagian menempel hanya di permukaan, dan sebagian lain berdifusi ke dalam keris. Setelah mendingin, keris dimasukkan ke dalam sarungnya, dan disimpan. Bisa dibayangkan jika keris itu disentuh atau ditancapkan ke tubuh: bisa ular segera menempel dan masuk ke dalam darah, lalu bagian tubuh akan lumpuh dan manusia bisa mati. 

Pada jaman itu, hanya sedikit orang yang mengetahui proses pembuatan keris secara "ilmiah", salah satunya adalah Mpu Gandring. Karena pengetahuan dan pengalaman yang cukup advanced dalam pembuatan keris, mungkin Mpu Gandring juga dikenal sebagai mahaguru pada jaman itu. Apakah dia bisa disebut profesor di jaman ini?

Penelitian lebih jauh sangat diperlukan untuk memperoleh informasi mengenai peta kemajuan teknologi Jawa pada abad lampau.


by misteridunia

Tuesday, December 3, 2013

Manusia Bukan Penduduk Asli di Bumi?


Para ilmuwan menguak, manusia dan segala mahluk di dalamnya mungkin adalah pendatang di planet biru. Ini terkait dengan asal-usul kehidupan di Bumi. Para ilmuwan berteori, mikroba ekstraterresterial mungkin telah membawa kehidupan di Bumi, setelah menempuh perjalanan di luar angkasa selama jutaan tahun.
 
Teori tersebut berdasarkan kalkulasi yang menunjukkan, kemungkinan besar fragmen batuan dari sistem tata surya lain mendarat ke Bumi. Beberapa dari mereka bisa jadi mengandung mikroorganisme, demikian ditulis ahli dalam jurnal Astrobiology.


Penelitian menunjukkan, mahluk sejenis kumbang yang dalam kondisi dormant alias tidak aktif tapi masih bernyawa, bisa selamat dalam perjalanan panjang ruang angkasa, meski berada dalam tingkat radiasi kosmik yang tinggi.
 
Tak hanya menuju bumi, mahluk hidup sederhana itu mungkin juga telah melakukan perjalanan dari Bumi ke planet lain di luar Tata Surya. Proses tersebut disebut sebagai lithopanspermia. Yang juga bisa berarti alam semesta dipenuhi kehidupan serupa di Bumi.
 
"Studi kami mengungkap lithopanspermia mungkin terjadi, ini mungkin makalah pertama yang  mendemonstrasikan soal itu," kata peneliti utama, Dr Edward Belbruno, dari Princeton University, Amerika Serikat. "Jika mekanisme ini benar, maka ia memiliki implikasi terhadap kehidupan di alam semesta secara keseluruhan. Itu bisa terjadi di manapun.

 
Erupsi gunung berapi dahsyat, tabrakan meteor, dan tubrukan antar benda langit membuat fragmen batuan dari sebuah planet terbang ke luar angkasa.


Diduga, saat saat Tata Surya masih muda, dan Matahari jauh lebih dekat dengan para tetangganya dibanding sekarang, sejumlah puing-puing bisa jadi dipertukarkan antar planet yang mengorbit ke bintang berbeda.

 
Puing itu melakukan perjalanan relatif lambat, memberi peluang untuk tertangkap oleh gravitasi planet di dekatnya.



Simulasi Teori

Untuk mengurai teori ini, para peneliti menggunakan program komputer untuk melakukan simulasi gugus bintang di mana Matahari lahir. Mereka menemukan, fragmen batu yang terlontar dari Tata Surya dan tetangga terdekatnya, dengan perbandingan antara lima sampai 12 dari 10.000 puing bisa ditangkap planet yang lain.

 
Selama periode 10 juta hingga 90 juta tahun, diperkirakan antara 100 triliun dan 30 kuadriliun  benda dengan bobot lebih dari 10 kilogram telah melaui proses transfer seperti ini.


 
Ilmuwan menduga, organisme yang sampai di Bumi menemui sebuah lingkungan yang ditutupi air. Bumi memiliki air di permukaannya sejak Tata Surya baru berusia 288 juta tahun, membuat planet biru siap untuk menerima mikroba alien.
 
Penulis lain, Dr Amaya Moro-Martin, astronom dari  Centro de Astrobiologia, Spanyol mengatakan, studi mereka berhenti ke tahap di mana material padat yang terlontar dari suatu planet, tiba di planet kedua.
 
Sementara, dia menambahkan, proses lithopanspermia bisa terjadi jika material itu mendarat di planet di mana kehidupan bisa berkembang.
 
"Studi kami tidak membuktikan lithopanspermia benar-benar terjadi, tetapi menunjukkan bahwa itu adalah kemungkinan yang terbuka," kata dia.

Matahari Mulai Meredup, Bagaimana Dampaknya Dengan Kehidupan di Bumi?

Kini para ilmuwan sedang memantau aktivitas matahari yang tercatat berada pada posisi "Terjun bebas" atau "Freefall". Disebutkan freefall karena hal ini merupakan masa dimana matahari sedang 'mendingin' dari kondisi biasanya.

Seperti yang dilansir oleh Washington Post, para fisikawan sendiri menganggap bahwa ini merupakan fenomena yang langka. Namun, meski begitu diperkirakan tidak akan mengganggu kehidupan di bumi seperti pada masa zaman es.


"Aktivitas matahari saat ini sedang menurun sangat cepat, kami menghitung bahwa ini merupakan penurunan paling cepat yang pernah terjadi selama 9.300 tahun," kata peneliti dari Reading University.


Para peneliti kemudian mencoba menghubungkan fenomena ini dengan adanya Grand Solar Minimum yang biasanya terjadi setiap 4 abad.


Grand Solar Minimum adalah periode aktivitas matahari dalam 11 tahun siklus matahari. Selama waktu ini, aktivitas titik hitam (sunspot) dan lidah api (flare) berkurang dan tidak terjadi selama berhari-hari pada suatu rentang waktu. Akibatnya, musim panas yang terjadi di belahan bumi utara pun akan berbeda dari biasanya. 

 
Terakhir kali siklus ini terjadi pada abad 17 lalu. Saat itu, selama 70 tahun, matahari tak menunjukkan satupun titik matahari. Pada masa itu juga tercatat Eropa memiliki musim dingin paling parah dalam sejarah, bahkan bisa disamakan dengan zaman es kecil.

Untuk Grand Solar Minimum yang akan terjadi pada saat ini diperkirakan takkan separah yang terjadi pada abad 17 lalu. Hal ini dikarenakan adanya pemanasan global yang dampaknya lebih parah.


Area Gelap Raksasa Tampak di Matahari

Sedangkan Wahana antariksa Solar and Heliospheric Observatory (SOHO) mendapati sebuah lubang raksasa di atmosfer matahari. Area gelap yang dikenal sebagai lubang korona ini mencakup hampir seperempat bagian matahari dan memuntahkan material dan gas ke ruang angkasa.
 


Dalam video yang dirilis Selasa, 30 Juli 2013 lalu, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyatakan lubang korona merupakan daerah yang lebih dingin ketimbang atmosfer matahari atau korona dan mengandung material surya yang kecil.

Di area yang kosong ini, alih-alih kembali ke permukaan matahari, medan magnet matahari justru terlempar keluar menjadi badai matahari.


"Meski belum jelas penyebabnya, lubang korona berkorelasi ke area tempat medan magnet melambung dan terlepas," kata Karen Fox, ilmuwan NASA di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard di Greenbelt, Amerika Serikat.


Fox menambahkan lubang korona mempengaruhi cuaca di ruang angkasa karena mengirimkan partikel matahari sekitar tiga kali lebih cepat daripada yang dilepaskan dari area lain pada atmosfer matahari.



 
Fase Matahari Membalikkan Medan Magnet

Perubahan frekuensi kemunculan lubang korona bisa dibilang sesuai dengan siklus aktivitas matahari. Tahun ini matahari mencapai puncak aktivitasnya dalam 11 tahun, dikenal sebagai fase matahari maksimum atau Grand Solar Maximum.


Periode Grand Solar Maximum atau Solar Max ialah periode normal aktivitas matahari terbesar dalam siklus 11 tahunan Matahari. 


 
Citra satelit atmosfer matahari pada panjang gelombang cahaya 284 Angstrom yang berfungsi untuk menampilkan material matahari. Suhu terpanas sekitar 2 juta derajat Kelvin.

Selama Solar Maksimum, sejumlah besar bintik matahari muncul dan output radiasi matahari tumbuh sekitar 0,07%. Peningkatan output energi surya maxima dapat berdampak iklim global bumi dan studi terbaru menunjukkan beberapa korelasi dengan pola cuaca regional.


Di sekitar waktu puncak aktivitas inilah matahari membalikkan medan magnetnya. "Jumlah lubang korona biasanya menurun seiring perubahan medan magnet ini," ujar Fox. Setelah pembalikan medan magnet, lubang korona akan kembali muncul di dekat kutub.
 
Kemudian saat matahari mendekati aktivitas minimum lagi, lubang korona merayap lebih dekat ke khatulistiwa. Jumlah dan ukurannya lantas bertambah.

Wahana antariksa SOHO telah mengamati aktivitas matahari sejak diluncurkan tahun 1995. Wahana seharga US$ 1,27 miliar ini mengemban misi bersama antara NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA).


SOHO mengamati matahari dari orbit Lagrange Point 1, daerah dengan gravitasi stabil antara bumi dan matahari, sekitar 1,5 juta kilometer dari bumi.

 



 by apakabardunia

Uniknya Kumpulan Lukisan 3D ini...

Seni lukis terus berkembang mengikuti jaman dan kreativitas seniman yang tak pernah berhenti di titik "kepuasan". Eksplorasi dilakukan hingga menghasilkan berbagai aliran baru.

Yang mulai hype belakangan adalah seni lukis 3D. Aliran ini tidak membatasi karya di atas bidang kanvas semata, melainkan membuat orang yang melihatnya bisa merasa jadi bagian di dalamnya.

Lihat saja kumpulan gambar di bawah ini yang dibesut dari pameran di Hangzhou, China





















back to top